TUGAS AKHIR UJIAN SEMESTER IV C
Dosen Bpk Widodo
* PERTOLONGAN PERTAMA KEGAWAT DARURATAN OBSTETRIK & NEONATUS
* INFEKSI YANG MENYERTAI KEHAMILAN & PERSALINAN
* GIZI
Disusun Oleh:
Tuti wahyuningsih / 06700085
PROGRAM STUDI DIII KEBIDANAN
UNIVERSITAS PGRI ADIBUANA SURABAYA
2008
Tugas bidan disamping sebagai pemberi asuhan antenatal, persalinan & nifas harus
mampu menangani kasus gawat darurat obstetri-neonatal untuk penyelamatan jiwa ibu & bayi
1 Penanganan perdarahan dalam kehamilan pada TM III
Perdarahan pada masa ini akan jadi masalah jika :
a.perdarahan terjadi pada kehamilan >22minggu – sebelum bayi dilahirkan
b.Perdarahan intrapartum sebelum kelahiran
*Jenis-jenis perdarahan *kemungkinan dioagnosa *penanganan
- Mucus bercampur darah Mulai persalinan lanjut persaliann normal&mlahirkan
-Perdarahan lainnya Perdarahan antepartum tentukan penyebab:
Placenta previa,solution placenta
Rupture uteri, gangguan pembekuan
Darah
Penanganan umum:
1.lakukan pemeriksaan TTV
2.jangan touché---à rujuk
3 jika terjadi syok -à rujuk segera dengan:
baringkan ibu posisi miring kiri&ganjal tungkai dengan bantal
pasang infuse Nacl 0,9 /RL tetesan cepat sesuai kondisi ibu hingga denyut nadi membaik
dampingi ibu ke tempat rujukan
2.Penanganan gawat darurat pada eklamsia
a.rujuk
b baringkan ibu mi-ki untuk kurangi resiko aspirasi
c.beri oksigen 4-6 liter/menit
d.lindungi dari trauma
e.pasang infuse RL dengan jarum lubang besar 16/18G
f.beri obat antic konvulsan :
-Mgso4 40%IM 10 gram( 5gr/IM boka-boki) sebelum rujuk
-ulangi Mgso4 40%IM, 5 gr setiap 4 jam tiap bokong bergantian
-jika mungkin berikan dosis awal MgSO4 20%,4gr/IV 20 menit sebelum pemberian Mgso4/IM
-jiika tak tersedia diazepam 10 mg/IV
g.pantau cermat tanda& gejala keracunan Mgso4 sbb:
-freukensi pernafasan<16x/menit>180x/menit atau djj tak segera kembali normal setelah his
PRINSIP PENATALAKSANAAN PARTUS MACET/LAMA:
Berikan rehidrasi ibu&antibiotika, segera rujuk,bayi hrus segera dilahirkan,selalu bertindak aseptic,perhatikan perawatan kandung kemih,perawatan nifas bermutu.
4.Penanganan Retensio Plasenta
Bila tak lahir dalam 15 menit setelah bayi lahir: Ulangi penatalaksanaan aktif kalaIII selama 15 mnt
Bila belum lahiràPTT terakhir
Bila masih belum lahir : tidak perdarahan àrujuk
Bila perdarahan àlahirkan placenta maual, tak berhasil à rujuk
Berikan cairan IV ( Nacl 0,9%atau RL )àcatat semua tindakan
5. Penanganan perdarahan post partum primer&sekunder
a.PP primer : perdarahan terjadi setelah bayi lahir dlm 24jam pertama persalinan
penanganan:
1.periksa gejala&tanda perdarahan pp primer: perdarahan dari vagina setelah bayi lahir >500cc/perdarahan dengan gejala syok dianggap perdarahan ppàrujuk
2.segera setelah placenta&selaput dilahirkan lakukn masase uterus spy konytraksi(max15detik) sambil periksa kelengkapan plasenta&selaput ketuban
3.jika perdarahan terjadi&uterus berkontraksi baik:
-beri 10 u oksitosin IM
-kosong Kk,gunakan kateter karet
-cari perdarahan/laserasi lalu jahit denagn anestesi local
4.jika uteruis atoni&perdarahan terjadi :
-Beri 10 u oksi IM
-Kosong kk,guna kateter karet
-Lkukan KBI max5mnt/hingga perdarahan terkendali&uterus kontraksi baik
b.PPsekunder : perdarahan terjadi 24-42 jam setelah bayi lahir
penatalaksanaan :
1.periksa tanda&gejala
2.pantau ibu yang beresiko mengalami Happ sekunder(min10 hr pertama pp) :
- kelahiran plasenta tak lengkap
-persalinan lama,
-infeksi usus
-persalinan denagn komplikasi dan mengunakan alat
-terbuka luka op setelah sc
Terbuka luka jahitan setelah episiotomi
3.beri infuse RL/Nacl
4.beri obat oksitosin (10 iu dlm 500cc Rl 0)
5.beri antibiotika ampicillin 1grm/ivàrujuk
6. Penanganan sepsis purpuralis
Dikatakan infeksi purpuralis bila terdapat2/lebih gejal dibawah ini sejak pecah ketuban mulai hari k2-42 hrbpp:
Tanda: tubuh>38c, nyeri perut/pelvis, pengeluaran cairan vagina abnormal,terhambat pengecilan iukukran uterus
Penatalaksanaan :
1.jka uterus nyeri/terlambat pengecilan /perdarahanàinfus RL&rujuk
2 .jka ada gejala septic syok(suhu>38c bau busuk/nyeri perut)dehidrasiàberi cairan Iv&antibiotika&rujuk
3 .jika sepsis ringan beri ampicillin 1gr/iv,diikuti500mg peroral setiap 6jam+metronidazol500mg setiap8jam selama5hr
4 .pastika ibu&bayi terpisah sampai infeksi teratasi
5 .jika kondisi tak membaik dalam 24jam rujuk
· INFEKSI YANG MENYERTAI KEHAMILAN &PERSALINAN


MACAM2:
1.Syipilis
Penyebab :tropenoma pilidum
Klasifikasi:
sifilis primer( luka vulva/penis nyeri,ulkus primer baik tunggal/kelompok pada bibir lidah tangan rectum ), sekunder(demam sakit kepala, tak nafsu makan, kemerahan &sakit pada mata, kuning dengan atau tanpa hepatitis,sakit persendian/tulang panjang,tubuh lemah,condiloma padarectum&genetalia) laten(reaktif tanpa gejala klinis, infeksi berjalan >4th jarang memudar kecuali bayi dalam kandungan )
Diagnosa : pemeriksaan serologic:VDRL/waserman
Pegaruh dalam kehamilan : infeksi pad janin setelah mg k16. kehamilan dapat terjadi pada partus prematusrus,kelahiran mati,cacat bawaan
Pengobatan : wanita hamil Tm I diobati sedini mungkin muencegah penularan janin. K/p suami diobati. Beri penisilinB injeksi
2. CMV/cytomegalovirus ( kelompok virus herpes )
Cara penularan: kontak langsung dengan cairan tubuh penderita air seni,ludah,mata, asi,sperma,darah
Penyebaran : terjadi dalm keluarga melalui alat RT,pusat penitipan anak,ruang kelas
Komplikasi: infeksi menyeluruh disertai pembesaran hati&ginjal,tuli,buta,RM
Diagnosa: mononucleosis menular, pada pemeriksaan negative, ada gejala hepatitis tetapi hasil tes hep A,B,C negative
Terapi : tak ada kusus kecuali obati gejala
3.Rubella/campak jerman
Aktif selama masa kehamilan diluar kehamilan tak berbahaya
Penyebab virus rubella
Akibat tersering: TM I 30-50%,TM II 6,8% TMIII 5,3% berupa : keguguran, tuli, RM,katarak, kelainan jantung, IUFD
Tanda&gejala : demam,luka tenggorokanruam berupa merah terang menyebar cepat dari wajah ke seluruh tubuh menghilang cepat waktu 3-5 hr
Diagnosis: pemriksaan specimen darah&serologi ig G, ig M
Penanganan : wanita hamil denagn rubella TMI dipertimbangkan untuk aborsi
Terapi : tak ada kecuali sesuai gejala &gamma globulin
Pencegahan : Vaksin rubella
4.herpes
Penyebab : herpes virus hominis tipe 2 (HVH-2)
Masa inkubasi: 3-7 hr
Gejala; rasa terbakar&gatal di daerah lesi &terjadi beberapa jam sebelum timbul lesi,setelah lesi
timbul dapat disertai demam&nyeri otot.tanpa infeksi sekunmder penyembuhan terjadi5-7hr
Komplikasi: pada kehamilan TM I abortus, TM II prematutitas
Pada janin:abortus ,prematuriras,encefalalitis,mikrosefalus,hidrosefalus,keratokonjungtivitas
pada orang dewasa: meningitis&encefakitis
Terapi :simtomatik,lesi cuci dg H2o2 sabun air dan keringkan
5.varicella
Infeksi virus herpes menjadi dormant beberapa tahn herpes zoozter
Penularan :kontak langsung&pernafasan
Inkubasi : 10-21hr setelah kontak, dapat menular sejak 2hr sebelum lesi muncul hingga lesi
membentuk kerak7-10hr &lesi yang mengerak tak menular virus
Komplikasi: pd janin :sindrom congenital varicella925-40%)dalam 20mg I kehamilan
(katarak,mikrocefall, RMhipoplasia ) pada ibu :pneumonia varicella akibatkan 40 % kematian
Diagniosisi: lab :tes serologic untuk memeriksa antibody&fo rongten untuk mengetahui pneumonia
Penanganan : berdasar lama terpanjan,gejala yang timbul,usia kehamilan,K/p beri VZG varicella zoster globulin, asiklovir IV
6.Toxoplasma
Adalah penyakit infeksi protozoa penyebabnya toxoplasma gondii
Penularan : paada anjing,kucing,tikus&binatang lain menular pada manusia ellaui kotoran binatang &tanah terinfeksi,memakan daging mentah/tak dimasak sempurna
Gejala: keletihan,meleles,nyeri otot,demam,luka tenggorok,pembesaran klenjar limfe pada serfik posterior
Komplikasi Janian :abortus,partus prematurus, IUFD,cacat
bawaan(hidrocefall,mikrosefall,anansefal
Diagnosis:tes serologic positif
Penanganan :wanita hamil diberi obat ulfonamid,pirimetadin,spieamisisn
7.Infeksi traktus urinarius
Bentuk infeksi yang dijumpai : bakteriuria,sistitis,plelanofritis acut&gluronefritis acut
Penyebab: streptokokus,stafilokkokus,esceria colli
Gejala: demam, nyeri pinggag,nyeri saat kencing,urine mengandung darah&protein, pembengkaakan tungkai
Komplikasi : keguguran seab denmam tinggi merangsang kontraklsi,daya tahan tubuh menurun ebabkan sepsis akibatkan kematian ibu&janian
8.hepatitis
Penyebab virus tipe A&B
Gejala: anoreksia,demam,mual,muntah,nyeri ulu hati,ikterus,pembesaran hepar
Pengaruh dalm kehamilan : abortus,prematuritas, iufd
Infeksi kronik asimtomatik : setelah infeksi akutsekitar 5th,penderita mngalami pembengkakan limfe menyeluruh dan terjadi penurunan kekebalan tubuh
Infeksi kronik simtomatiak : setelah 5 th terkena infeksi berbagai gejala ringan-berat timbul,fase ini tergantung imunitas manusia
9. HIV/aids
Tidak menular melalui : jabat tanagn, pemakaian WC,wastafel,kamar mansi bersama,mandi bersama di kolam renang,gigitan serangga,pemakaian piring&alat makan bersama
UJI HIV standar:
Pemeriksaan darah ELISA( enzyme linked imunoserbant assay)
Western blot
Hitung limfosit CD4 yaituy sekelompok sel limfosit T yang memen=gang peranan dalam system imunitas
*HIV dalam kehamialn
Bila keadaan tak diobati resiko absolute standar, resiko tanpa menyusui 25% bila menyusui menambah resiko absolute penularan sekitar5-15%.
Penatalaksanaan HIV dalam kehamilan :
Twrapi :Zydovudin500-600mg sebagai pengobatan awal pencegah penularan HIV selama kehamilan, mengurangi resiko penularan 2/3 bagian dari 25%
Pengganti ZDV :Didanosi diberikan sebagi kmbinasi
Penatlksanaan persalinan : SC mengurangi resiko penularan janian
10.typus abdominalis
Penyebab : salmonella typi
Pengaruh terhadap ibu: angka kematian tinggi terhadap janin :abortus, IUfd,premature
Penanganan : kolaborasi dengan internis: pencegahan kalau ada wabah vasinasi,pengobatan antibiotic gol clorampenicol, bedrest, diet cair
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Definisi :ilmu yang mempelajari nasib makanan sejak ditelan sampai diubah menjadi bagian tubuh &diekresikan sebagai sisa
Agar dapat berfungsi harus mengandung zat tertentu dan memenuhi syrat pokok :
1.memelihara proses tubuh dalamprkembanganya&pertumbuhan &mengganti sel rusak
2.memperoleh energi
3.mengatur metabolisme&mengatur keseimbanagn mineral,cairan tubuh sebagai mekanisme pertahanan tubuh terhadap penyakit
Zat-zat yang diperlukan menunjang fungsi diatas :
1.protein :
Bisa berasal dari hewan( daging,ikan telur,)ntumbuhan/nabati (kacang merah, kedelai, hijau, tanah )
Fungsinya :membangun sel rusak,zat pengatur,membentuk energi
2. Lemak
Berasal dari minyak goreng, daging, margarine
Fungsinya :menghasilkan kalori, pelarut vitamin ADEK,pelindung bagain tubuh tertentu dari temperature rendah.
3. karbohidrat
Berdasar gugus gula dibedakan :polisakarida,monosakarida,disakarida
Fungsinya: Membentuk energi terdapat pada makanan jgung,beras singkong
4. Vitamin
Dibedakan jadi 2: Viotamin larut lemak ADEK& larut air ABC
Fungsinya :
Vit A untuk pertumbuhan sel epitel&pengatur kepekaan rangsang sinar saraf&mata. Defisiensi penyakit ini sebabkan :xeroptalmia
Vit B seperti tiamin, piridoxin,ribovlafin,B12, colic,biotinm asam folic berguna untuk metabolisme karbohidrat,keseimbangan air alm tubuh, membantu serat lemak&usus
Defisiensi penyakit ini sebabkan beri-beri
Niacin berfungsi sebagi proses oksidasi-reduksi jaringan, kekurangan ini sebabkan pellagra
Asam pantotenat : penting untuk sintesa lemak &kolesterol dalm tubuh
Asam folic : sifatnya membentuk sel darah merah, bila kurang ini sebabkan anemia
Colic&biotn: metabolisme&mengangkut lemak dan sebabkn perlemakan sehingga fungsi hati trganggu
B12 penting untuk pembentukan sel darah merah, kekuranagn ini sebabkan perniciosa
Vit C untuk aktivatopr macam@ fermen perombak protein &lemak dalam oksidasi dan dehiodrasi sel, penting juga untuk penbentukan tombosit
Vit E mencegah perdarahan wanita hail, cegah keguguran& hubungan fertilitas
Vit K sebagai pembentuk protombin penting untuk pembekuan darah
PENYAKIT GIZI
1.KKP/kurang kalori protein
Terjadi akibat ketidak seimbangan kjomsumsi kalori,karbohidrat,protein denagn kebutuhan energi
2.obesitas
Trjadi ketidak seimbangan antara komsumsi kalori&kebutuhan energi yakni kalori terlalu berlebih disbanding kebutuhan pemekaian energi
3.anemia
Ketidak seimbangan kadar zat besi fe karena micro elemen esensial tubuh diperoleh oleh pembentuk darah yaitu HB
4.xeropthalmia
Gejlanya Kekurangan epitel biji manta&korne,karena glandula lakrimalis menurun
5.penyakit gondok endemic
Merupakan komponen hormone thyroxin dikonsentrasikan dalm kelenjar gondok yang digunakn dalam sintesa hormone tyrioxin, kekurangan ini akibatkan Hypotyroidisme
KELOMPOK RENTAN GIZI
1. bayi 0-1th
bayi sehat BB mencapai 2x BB lahir, dibutuhkan protein utnuk petumbuhan 3-4gr/kg Bb, calsium,Vit D,VIT A, K & Fe
2.anak balita 1-5 th
Secara alamiah gizi sudah terkandung asi apabila gisi ibu cukup, asi eklusif diiberikan 4bln tanpa PMT dan bila diberikan harus sesuai kondisi alat pencernaan, missal umju r4 bulan makann halkus, 6 bln makanan lunak.
2. anak sekolah 6-12 th
a.ana k balita baru masa tamsisi dari makanan bayi ke dewasa,
b.bisanya balita punya adik, ibunya bekerja penuh,perhatian kurang
c.balit mulai main tanah, main diluar rumah sendiri, terpapar lingkungan kiotor&kondisi memungkinkan terinfeksi penyakit
d. balita belum bisa mngueru diri sendiri, memilih makann, di sisi lain ibu kurang perhatian menganggap sudah bisa makan sendiri
3. remaja 13-20 th
pertumbuhan remaja sanga tpesat, kegiatan/aktivitas &olahraga oleh sebeb itu bila kebutuhan makan tak seimbang bisa menghambat pertumbuhannya
4. bumil
berhubungan denagnm proses pertumbuhan janin&berbagai organ tubuh
5. buteki
sekresi asi 800-850mliter /hari dan mengandung kalori 65-69 kalori, lemak2,3-3,5 gram/milliliter. Untuk itu ibu menyusui memerlukan tambahan kalori 800 kalori/hr&proteimn 25gr/hr
6. lansia
Rawan gizi sebab penurunan fungsi alat pencernaaan &kelenjar-kelanjar sehingga terjadi gangguan gizi.
PENGUKURAN STATUS GIZI
1. Berat badan per umur
Berdasar klsaifikasi universitas Harvard keadaan gizi anak diklasifikasikan: over weight, well nourished, under weight
2. Tb menurut umur
Standar Harvard:
Gizi baik bila TB anak menurut umur >89%
Gizi kurang bila TB anak antara 70-80%
Gizi buruk bila TB anak <70%>90%
gizi kurang bila bb anak menurut panjang 70,1-90%
gizi buruk bila bb anak menurut tinggo <70%>85%
Gizi kurang LILA antara 70-85%
Gizi buruk LILA <70%



Tidak ada komentar:
Posting Komentar